[KEKAYAAN SUHARTO] Cakupan, Dampak & Tanggungjawabnya Terhadap Rakyat

Kekayaan Keluarga Suharto
“Empat yayasan yang dipimpin Presiden Soeharto secara pribadi kini
telah menjadi yayasan terkaya di dunia, jauh melebihi Rockefeller
Foundation dan Ford Foundation di AS”. (Bustanul Arifin, Wakil Ketua
II Yayasan Dharmais yang eks Menteri Koperasi merangkap Kepala
Bulog)
Keempat yayasan yang dimaksud adalah Dharmais, Supersemar,
Dakab, dan Amalbhakti Muslim Pancasila (Surabaya Post , 29 Juli
1994). Namun berapa persis kekayaan yayasan-yayasan itu tidak
diungkapkannya.
Yayasan-yayasan Suharto: cakupan, dampak, dan
pertanggungjawabannya


Nama : Soeharto
Tempat, tanggal lahir : Kemusuk-Yogyakarta, 8 Juni 1921
Nama Ayah : Kertosudiro
Nama Ibu : Sukirah
Nama Istri : Siti Hartinah (Ibu Tien)
Nama Putra dan Putri :
1. Siti Hardiyanti Hastuti (Mbak Tutut)
2. Sigit Harjojudanto
3. Bambang Trihatmodjo
4. Siti Hediati Herijadi
5. Hutomo Mandala Putra (Tommy)
6. Siti Hutami Endang Adiningsih
Karir Militer dan Politik :
1. Sersan Tentara KNIL
2. Komandan PETA
3. Komandan Resimen – Pangkat Mayor
4. Komandan Batalyon – Letnan Kolonel
5. Pengawal Panglima Besar Sudirman
6. Panglima Mandala (Pembebasan Irian Barat)
7. Panglima Angkatan Darat
8. Pangkopkamtib
9. Presidan RI ( Maret 1968 – 21 Mei 1998)
=============
YAYASAN-YAYASAN SUHARTO
Berikut nama sejumlah Yayasan (ditulis inisial Y.) dan lembaga terkait
dengan Soeharto.
Yayasan yang diketuai Soeharto (Total 12 yayasan) :
Y. Supersemar
Y. Dharma Bhakti Sosial (Dharmais)
Y. Dana Abadi Karya Bakti (Dakab);
Y. Amal Bhakti Muslim Pancasila
Y. Serangan Umum 1 Maret
Y. Bantuan Beasiswa Jatim Piatu Tri Komando (Trikora)
Y. Dwikora
Y. Seroja
Y. Nusantara Indah
Y. Dharma Kusuma
Y. Purna Bhakti Pertiwi
Y. Dana Sejahtera Mandiri
Yayasan yang diketuai Ibu Tien Soeharto (Total 4) :
Y. Harapan Kita
Y. Kartika Chandra
Y. Kartika Djaja
Y. Dana Gotong Royong Kemanusiaan
Yayasan yang dikuasai secara tidak langsung oleh Soeharto –
melalui Bob Hasan sebagai Pres.Komisaris PT. Astra International,
Inc. (Total 4 Yayasan) :
Toyota Astra Foundation
Y.Astra Dharma Bhakti
Y.Dana Bantuan Astra
Y.Dharma Satya Nusantara
Yayasan yang dikuasai secara tidak langsung oleh Soeharto –
melalui B.J. Habibie (sebagai Ketua ICMI) :
Y.Abdi Bangsa;
Yayasan yang dikelola oleh Anak dan Cucu Soeharto (Total 12) :
Y. Tiara Indonesia
Y. Dharma Setia
Y. Pendidikan Tinggi di Dili [Tutut]
Y. Bhakti Nusantara Indah/Yayasan Tiara Putra [Tutut – Halimah
(Istri Bambang)
Y. Bimantara [Bambang Trihatmojo]
Y. Bhakti Putra Bangsa
Y. IMI (Ikatan Motoris Indonesia) Lampung
Y. Badan Intelejen ABRI (BIA) [Mayjen Prabowo]
Y. Veteran Integrasi Timor Timur
Y. Hati
Y. Pemilik Objek Wisata Tmn.Buah Mekarsari [Siti Hutami]
Y. Bunga Nusantara [Ny.Christine Arifin]
Yayasan yang dikelola oleh besan dan rekanan Soeharto (Total 5
Yayasan) :
Y. Tri Guna Bhakti
Y. Pembangunan Jawa Barat
Y. 17 Agustus 1945
Y. pendidikan Triguna
Y. Balai Indah
Daftar perusahaan yang sahamnya terkait yayasan Soeharto
[Yayasan Dakab-Dharmais-Supersemar] (Total 19) :
Majalah Gatra
Bank Duta
Bank WIndu Kentjana
Bank Umum Nasional (BUN)
Bank Bukopin
Bank Umum Tugu
Bank Muamalat Indonesia (BMI)
PT Multi Nitroma Kimia
PT Indocement Tunggal Prakarsa
PT Nusantara Ampera Bakti (Nusamba)
PT Teh Nusamba
PT Gunung Madu Plantations
PT Gula Putih Mataram
PT Werkudara Sakti
PT Wahana Wirawan Wisma Wirawan
PT Fendi Indah PT Kabelindo Murni
PT Kalhold Utama
PT Kertas Kraft Aceh
PT Kiani
Daftar perusahaan yang sahamnya terkait yayasan Soeharto
[Yayasan Harapan Kita-Trikora] (Total 14)
RS Harapan Kita
PT Bogasari Flour Mills
PT Bank Windu Kencana
PT Kalhold Utama
PT Fatex Tory
PT Gula Putih Mataram
PT Gunung Madu Plantation
PT Hanurata
PT Harapan Insani
PT Kartika Chandra
PT Kartika Tama
PT Marga Bima Sakti
PT Rimba Segara Lines
PT Santi Murni Plywood
TAKSIRAN NILAI TOTAL KEKAYAAN SUHARTO D.K.K.
Sulit ditaksir secara pasti akan tetapi berikut beberapa taksiran yang
pernah ada (padahal angka ini sudah lama, entah berapa sekarang) :
US$ 15 Juta USD (Tesis Ph.D. Jeffrey Winters tahun 1991)
US$ 40 Milyar USD (Newsweek, 26 Januari 1998)
Saya yakin jika hanya Kejaksaan Agung dan Pemerintah saja yang
berjuang, masalah kekayaan Soeharto tidak akan mendekati selesai.
Ini semua butuh bantuan dari semua pihak untuk menyelesaikannya.
(sumber)
DAFTAR KEKAYAAN SUHARTO DAN KELUARGA
T O T A L : $ 73.240.000.000 ,-
(US$ +73 Billion Dollar AS atau lebih dari +73 Milyar Dolar AS)
KEKAYAAN ANAK SUHARTO
(Sumber : TIME, konsultasi dengan lima ahli independen.)
KEKAYAAN SUHARTO & KELUARGA DI LUAR NEGERI
Kekayaan di Inggris / Britania Raya (UK)
Lima rumah seharga antara 1-2 juta Poundsterling (1 Poundsterling =
Rp 14.600) di London, yang terdiri dari:
* Rumah Sigit Harjojudanto di 8 Winington Road, East Finchley
* Rumah Sigit Harjojudanto di Hyde Park Crescent
* Rumah Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) di daerah Kensington
* Rumah Siti Hediyati Haryanti (Titiek Prabowo) di belakang Kedubes
AS di Grosvernor Square
* Rumah Probosutedjo di 38A Putney Hill, Norfolk House, London
SW.15/6 AQ : 3 lantai, dengan basement.
(sumber-sumber: Tiara , 5 Desember 1993: 35; Forum Keadilan , 1
Juni 1996: 47; Dewi , Juni 1996; Swa , 19 Juni – 9 Juli 1997: 85; Far
Eastern Economic Review , 9 April 1998; mahasiswa Indonesia serta
wartawan Inggris dan Indonesia di London dan Jakarta).
Kekayaan di Amerika Serikat
Dua rumah Dandy N. Rukmana dan Dantu I. Rukmana (anak laki-laki
dan anak perempuan Tutut) di Boston, dengan alamat:
* 60 Hubbard Road , Weston, Massachussets (MA) 02193 (sejak Juli
1995)
* 337 Bishops Forest Drive , Waltham , MA 02154 (sejak Februari
1992)
Dua rumah anak-anak Sudwikatmono di:
* Hillcrest Drive , Beverly Hills , California ,
* D oheney Drive , Beverly Hills , California
Rumah peristirahatan keluarga Suharto di Hawaii.
(sumber-sumber: Eksekutif , Maret 1990: 133-134; Tiara , 5 Desember
1993: 35; Far Eastern Economic Review , 9 April 1998; Ottawa Citizen ,
16 Mei 1998; hasil investigasi aktivis pro-demokrasi Indonesia di AS)
Kekayaan di Laut Karibia
Rumah-rumah peristirahatan keluarga Suharto di Kepulauan Bermuda
dan Cayman
(sumber : Ottawa Citizen , 16 Mei 1998; Die Welt , 23 Mei 1998)
Kekayaan di Suriname
Raden Notosoewito, adik tiri Suharto dari Desa Kemusuk, Kabupaten
Bantul, D.I. Yogyakarta, adalah ketua Yayasan Kemusuk
Somenggalan. Yayasan ini adalah pemegang saham PT Mitra Usaha
Sejati Abadi (MUSA), holding company dari satu konglomerat yang
punya berbagai bidang usaha di Indonesia (Solo, Yogya, Malang, DKI
Jaya), Singapura, Hong Kong, dan Surinam.
Di negeri yang tersebut terakhir itu, Surinam, konglomerat ini pada
tahun 1993 mendapat konsesi hutan seluas 150 ribu hektar di Distrik
Apura, Surinam bagian Barat. Konsesi itu merupakan awal dari
rencana MUSA untuk menanamkan modal sebesar US$ 1,5 milyar,
sebagian besar untuk sektor kehutanan. Konsesi hutan ini, serta
praktek MUSA Group untuk juga memborong kayu dari daerah di luar
konsesinya sendiri, telah mendapatkan serangan dari gerakan
lingkungan di mancanegara.
Selain dampak lingkungan dan budayanya yang sangat merusak bagi
suku-suku Amerindian Maroon di Distrik Apura, yang juga jadi sorotan
adalah bagaimana konsesi itu diperoleh berkat ‘diplomasi tingkat
tinggi’ antara Suharto, sebagai Ketua Gerakan Non-Blok waktu itu,
dengan para petinggi Surinam yang keturunan Jawa, khususnya
Menteri Sosial Surinam, Willy Sumita.
Diplomasi tingkat tinggi, di mana konon uang sogokan sebanyak US$
9 juta berpindah ke tangan para politisi, dikenal di sana dengan
istilah “ The Indonesian Connection “.
Salah satu pendekatan yang dilakukan oleh Yayasan Kemusuk
Somenggalan, yang beroperasi di Paramaribo, Ibukota Surinam
dengan bantuan Kedubes RI di sana, adalah menawarkan bantuan
untuk renovasi Istana Presiden Surinam. Proyek itu ditawarkan untuk
diborong oleh anak perusahaan MUSA sendiri.
(sumber-sumber : Kompas , 15 Maret 1993, hal. 14 [iklan ucapan
selamat atas terpilihnya Suharto dan Tri Sutrisno sebagai Presiden &
Wk. Presiden RI]; EIA, 1996: 32; Skephi & IFAW, 1996; Friedland &
Pura, 1996; Harrison, 1996; de Wet, 1996; Toni and Forest Monitor,
1997: 26-27, 29-30)
Kekayaan di Aotearoa (New Zealand)
Kawasan wisata buru seluas 24,000 Ha bernama Lilybank Lodge di
kaki Mount Cook dan di tepi Danau Tekapo di Southern Island bernilai
NZ$ 6 juta (1 NZ$ = Rp 4000), yang dibeli lisensinya dari Pemerintah
NZ oleh Tommy Suharto tahun 1992.
(sumber : AFP , 20 Mei 1998; Australian Financial Review , 27 Mei
1998; hompage: http://www.lilybank . co.nz ; hasil investigasi
lapangan G.J. Aditjondro ke Lilybank, bulan Februari 1998).
Kekayaan di Australia
* Kapal pesiar mewah (luxury cruiser ) milik Tommy Suharto seharga
Aust$ 16 juta (1 Aust$ = Rp 5.000), yang diparkir di Cullen Bay
Marina di Darwin.
* Merger antara perusahaan iklan ruang asal Melbourne, NLD,
dengan kelompok Humpuss milik Tommy & Sigit , tahun 1997,
berbarengan dengan pembelian saham perusahaan iklan ruang
terbesar di Malaysia, BTABS (BT Advertising Billboard Systems),
memberikan Tommy dan partner Australianya, Michael Nettlefold,
konsesi atas billboards di sepanjang freeways di Negara Bagian
Victoria, Australia, serta sepanjang jalan-jalan toll NLD-Humpuss di
Malaysia, Filipina, Burma dan Cina.
* Perjanjian persekutuan strategis (strategic alliance) antara
Kelompok Sahid milik Keluarga Sukamdani Gitosarjono dengan
Kemayan Hotels and Leisure Ltd., yang ditandatangani bulan
Desember 1997, memungkinkan Sahid ikut memiliki 50 hotel milik
Park Plaza International (Asia Pacific) di kawasan Asia-Pasifik serta
180 hotel Park Plaza di AS. Dengan demikian, 24 hotel milik kelompok
Sahid di Indonesia dan Medinah, Arab Saudi, diganti namanya
menjadi Sahid Park Plaza Hotel.
Harap diingat bahwa Sukamdani Gitosardjono, sejak 28 Oktober 1968
menjabat sebagai Ketua Harian Yayasan Mangadeg Surakarta, yang
didirikan dengan dalih membangun dan mengelola kuburan keluarga
besar Suharto. Jadi tidak tertutup kemungkinan, bahwa ekspansi
Kelompok Sahid ke Arab Saudi, AS, dan Asia-Pasifik melalui Kelompok
Kemayan/Park Plaza ini, juga memperluas sumber pendapatan
keluarga Suharto di berbagai negara itu.
(sumber-sumber : Tempo , 3 Desember 1977: 8-9; Info Bisnis , Juli
1994: 9-23; Kontan , 10 Maret 1997; Australian Financial Review , 17
Desember 1997, 13 Maret 1998; Weekend Australian , 10-11 Agustus
1998; Sydney Morning Herald , 17 Agustus 1996, 11 Desember 1997, 6
April 1998; The Suburban , Darwin, 11 Juni 1998; Port Phillip/Caulfield
Leader , 22 Juni 1998; sumber-sumber lain).
Kekayaan di Singapura
* Perusahaan tanker migas milik Bambang Trihatmodjo dkk, Osprey
Maritime, yang total memiliki 30 tanker, dengan nilai total di atas US$
1,5 milyar (US$ 1 = Rp 10.000). Sejak Juni 1996, dua tanker Osprey,
yakni Osprey Alyra dan Osprey Altair, dikontrak oleh Saudi Basic
Industrial Corporation untuk mengangkut minyak dan produk-produk
petrokimia dari Arab Saudi ke mancanegara. Dengan akuisisi
perusahaan tanker Norwegia yang terdaftar di Monaco, Gotaas-Larsen,
oleh Osprey Maritime yang disepakati bulan Mei 1997, perusahaan
milik Bambang Trihatmodjo ini menjadi salah satu maskapai
pengangkut migas terbesar di Asia. (sumber-sumber: Economic &
Business Review Indonesia , 5 Juni 1996; Asiaweek , 23 Mei 1997: 65;
LNG Current News , 13 Februari 1998).
* Perusahaan tanker migas milik Tommy & Sigit, Humpuss Sea
Transport Pte. Ltd., adalah anak perusahaan PT Humpuss INtermoda
Transport (HIT), yang pada gilirannya adalah bagian dari Humpuss
Group. Tapi dengan berbasis di Singapura, perusahaan itu — yang
berpatungan dengan maskapai Jepang, Mitsui O.S.K. Lines — dapat
mengoperasikan ke-13 tanker migas dan LNGnya, lepas dari intervensi
Pertamina pasca-Reformasi. Ini setelah berhasil menciptakan reputasi
bagi dirinya sendiri berkat kontrak jangka panjangnya dengan Taiwan.
Perusahaan Singapura ini pada gilirannya punya anak perusahaan
yang berbasis di Panama, First Topaz Inc.
(sumber-sumber : Swa , Mei 1991: 45-46; Prospek , 18 Januari 1992:
40-43;Info Bisnis , November 1994: 12; Jakarta Post , 20 November
1997).
Kekayaan di Malaysia, Filipina, Burma, dan Cina
Di ke-4 negara Asia ini, Siti Hardiyanti Rukmana masih menguasai
jalan-jalan tol sebagai berikut :
* 166,34 Km jalan toll antara Wuchuan – Suixi – Xuwen di Cina;
* 83 Km Metro Manila Skyway & Expressway di Luzon, Filipina;
* 22 Km jalan toll antara Ayer Hitam dan Yong Peng Timur, yang
merupakan bagian dari jalan tol Proyek Lebuhraya Utara Selatan
sepanjang 512 Km yang menghubungkan Singapura, Johor, sampai
ke perbatasan Muangthai di Malaysia;
* ?? Km jalan toll patungan dengan Union of Myanmar Holding Co. di
Burma.
( sumber-sumber : Info Bisnis , Juni 1994: 11-12; Swa , 5-18 Juni
1997: 47; AP , 21 Februari 1997; Economic & Business Review
Indonesia , 5 Maret 1997: 44).
============
BERAPA sebenarnya kekayaan keluarga Suharto dari yayasan-
yayasan yang didirikan dan dipimpin Suharto dan keluarganya, dari
saham yayasan-yayasan itu dalam berbagai konglomerat di Indonesia
dan di luar negeri? Pertanyaan ini sangat sulit dijawab oleh “orang
luar”.
Kesulitan melacak kekayaan semua yayasan itu diperparah oleh
tumpang-tindihnya kekayaan keluarga Suharto dengan kekayaan
sejumlah keluarga bisnis yang lain, misalnya tiga keluarga Liem Sioe
Liong, keluarga Eka Tjipta Widjaya, dan keluarga Bob Hasan. Tapi
jangan difikir bahwa keluarga Suharto hanya senang menggunakan
pengusaha-pengusaha keturunan Cina sebagai operator bisnisnya.
Sebab bisnis keluarga Suharto juga sangat tumpang tindih dengan
bisnis dua keluarga keturunan Arab, yakni Bakrie dan Habibie.
Keluarga Bakrie segudang kongsinya dengan keluarga Suharto, a.l. :
• Dengan Bambang dan Sudwikatmono dalam bisnis minyak mentah
Pertamina lewat Hong Kong (Pura, 1986; Toohey, 1990: 8-9; Warta
Ekonomi , 30 Sept. 1996: 39-40),
• Dengan Bambang dalam perkebunan karet di Sumatra (IEFR, 1997:
4),
• Dengan Sudwikatmono dalam Bank Nusantara International (Toohey,
1990: 8)
• Dengan Nusamba di PT Freeport Indonesia (Borsuk and Solomon,
1997), dan
• Dengan Tommy dalam bisnis eceran Goro dan Gelael (Warta
Ekonomi, 4 April 1994: 29-30, 5 Juni 1995: 64-65;Gatra , 8 Juli 1995;
D & R, 10 Mrei 1997: 92; Tiras , 2 Juni 1997: 31-33).
Akhirnya, kekayaan keluarga Suharto bertumpang-tindih pula dengan
kekayaan keluarga Habibie, yang berkongsi dengan Tommy dan
Bambang dalam berbagai bisnis mereka di Pulau Batam, termasuk
ekspor ke Singapura, dan dengan Tutut dalam bisnis telekomunikasi
dan pemetaan udara (Wibisono, 1995).

https://indocropcircles.wordpress.com/2013/03/04/kekayaan-suharto/

Diagram Djati

Tinggalkan komentar

Ending Doraemon Satu Ini Beneran Bikin Nangis!

Siapa yang tidak kenal dengan Doraemon? Robot kucing
berwarna biru yang pertama kali muncul dalam manga karya
Fujiko F. Fujio ini menjadi salah satu karakter paling ikonik yang
pernah ada. Cerita dari Doraemon sendiri menjadi salah satu
cerita terpanjang yang pernah ada, diserialisasikan pada tahun
1969 hingga 1996. Nah, semenjak kemunculannya itu, pasti
kamu pernah bertanya-tanya apakah Doraemon memiliki ending?
Jawaban dari pertanyaan itu sendiri adalah: YA, Doraemon
seharusnya memiliki ending. Fujiko F. Fujio sendiri pernah
mengusulkan ending Doraemon karena rating anime-nya yang
sangat rendah pada tahun 1973. Ending ini bercerita bahwa
Nobita terjatuh, dan kepalanya menghantam batu, kemudian dia
mengalami koma. Demi menyembuhkan Nobita, Doraemon
menjual hampir semmua alat di kantung ajaibnya untuk
membiayai operasi.
Sayangnya, meski uang sudah terkumpul dan operasi dijalankan,
operasi tersebut gagal. Doraemon teringat dengan satu alat
yang belum dia jual dan menggunakannya. Alat tersebut
memungkinkan Nobita untuk pergi kemanapun, di waktu
kapanpun. Akhirnya, Nobita menggunakan alat tersebut untuk
pergi ke Surga.
Ending ini sendiri berkesan agak maksa dan akhirnya tidak jadi
digunakan. Fujiko F. Fujio memutuskan untuk terus melanjutkan
Doraemon hingga akhirnya mereka pisah pada tahun 1987. Fujiko
F. Fujio kemudian meninggal pada tahun 1996 dan Doraemon
sama sekali tidak memiliki ending. Meskipun begitu, beberapa
fans sempat membuat ending Doraemon.
Salah satu ending Doraemon yang paling menarik ini adalah
buatan fans bernama Nobuo Sato. Dalam doujin buatan Sato,
diceritakan bahwa Doraemon kehabisan baterai dan tak bisa
berfungsi. Nobita pun diberikan dua pilihan: mengganti baterai
Doraemon dengan konsekuensi semua ingatannya dengan
Nobita dkk akan hilang, atau Nobita bisa menunggu sampai ada
teknisi robot yang benar-benar bisa memperbaikinya suatu saat
nanti. Kisah ini sendiri sangat mengharukan dan diterima oleh
banyak fans. Bagaimana kisah selengkapnya? Kamu bisa
membacanya dibawah ini ∇
Nobita yang tidak mau menyerah pun berusaha untuk membawa
Doraemon ke masa depan, sayangnya ada sedikit masalah∇

http://www.duniaku.net/2016/01/22/ending-doraemon/

digie | diagram djati

Tinggalkan komentar