Archive for category Memoirs of The Witjaksono

FREE TALK

FREE TALK

Akhir-akhir ini, aku main game 2 kali seminggu, misalnya memainkan Tony Hawk’s : Proving Ground. Tapi, seperti biasa tetap saja tak bisa memainkannya dengan baik. Setiap tantangan yang berbau rail dan halfpipe selalu kalah, tapi aku tetap menyukainya. Sekarang konsentrasiku pada kuliah dan tugas skripsiku, atau kadang-kadang juga menyempatkan melamar kerja. Tujuanku agar bisa menjalankan hidup dengan tepat waktu. Pokoknya aku tak sabar ingin bekerja. (Ngomong-ngomong ada yang mau menerimaku bekerja di perusahaan kalian, cukup dengan upah 3juta per bulan, kalian akan dapatkan seorang akunting hebat, jujur, dan berbakat) :100%approval:

Kita ubah topik ceritanya… Beberapa hari yang lalu, dalam rangka ulang tahun RuangPamer ke-3, ada sebuah acara yang dinamakan “RR Clearance Sale!” mereka mengadakan Fingerboard competition, mini gigs, dan angket sepatu/snickers yang paling disukai. Aku memilih item sampai kebingungan sendiri, mana yang akan kubeli lagipula ada waktu 7 menit untuk menawar item yang ingin kalian beli.

Cukup sensasional memang dan aku baru saja mendapatkan tiga item, sepatu Globe Appleyard design, dan 2 shirt Volcom secondhand, tiba-tiba waktunya sudah habis, kalau sudah, sayang sekali…padahal banyak sekali shirt yang ingin kubeli, karena terlalu asyik menawarnya.. Akhirnya malah kacau sendiri..

Setelah selesai, aku mulai memikirkan uangku yang sudah berbentuk sepatu dan kaos. Rupanya kalau sedang berbelanja, aku keasyikan sendiri karena begitu menariknya item-item bermerk yang mereka tawarkan dengan harga murah dan ingin kubeli semua :maruk:
dan,
aku,
lupa,
uang,
apa,
yang,
akan,
ku,
gunakan,
untuk,
mem,
posting,
tulisan,
di,
warnet,
malam,
ini,
****ng kintamani,

Aku selalu terbelenggu oleh cerpenku yang seharusnya sudah selesai, tapi tidak bisa diselesaikan. Atau bagian 1 selesai tapi ngambang, si penulisnya tidak memberikan satu kesimpulan yang pasti untuk mengakhiri ceritanya. (Tapi tentu saja cerpen-cerpen sekarang sudah lebih maju dengan memperhatikan alur cerita yang pasti.) Para pembaca lebih menyukai yang seperti ini, tapi penulisnya belum tentu punya perasaan sama. Tapi, menurutku, setiap karya harus diberi akhir yang enak. Karena itulah, pada thread ini aku memberikan kesanku sedikit tentang cerpen Vigor dan dunianya yang sempit, dan karena aku ingin kalian membacanya, maka kutulis di sini. “Vigor dan dunianya yang sempit adalah karya yang membuat aku mencapai cita-citaku. Tapi, aku belum bisa membanggakannya pada orang lain, tergantung nanti akhirnya bagaimana. Aku tidak ingin membuatnya panjang tanpa juntrungan.” Nah, sampai ketemu di posting berikutnya..

Iklan

Tinggalkan komentar

FREE TALK

FREE TALK

Kita akan selalu ngobrol masalah yang tidak perlu. “Begitulah” Digie. Aku baru pertama kali dibilang “begitulah”…Ngomong-ngomong, “begitulah” itu bagaimana, ya!? Yang di atas itu tidak dibaca pun tidak apa-apa, tak usah terlalu dipikirkan, santai saja..
Sekarang kita akan membicarakan tentang miniatur mobil, seperti biasa. Tapi, saat ini sama sekali tak ada yang benar-benar kusukai. Bukannya aku jadi benci mereka, tapi produk yang keluar sekarang tak ada yang menarik. Akhir-akhir ini, yang kusukai memang jauh berbeda dengan miniature mobil, yaitu Skateboarding. Untuk miniatur mobil, mungkin hanya Volkswagen Combi dan Renault Clio yang kuminati. Semua ini karena sinar line up-nya. Kalau Volkswagen Combi ikut dalam Game Need For Speed dan dirilis, aku pasti akan suka. (Aku memang suka Volkswagen, sayang miniaturnya jarang keluar).
Selain itu, yang menarik minatku adalah MusicPlayer yang sangat catchy, ia bisa memainkan musik dengan kualitas yang sangat sempurna, (nama produknya iPod-shuffle), produksi Apple/machintos. Yang paling kusukai darinya karena iPod ditunjang oleh kemampuan menyimpannya yang besar(2 Gb), speakernya yang bagus, dan sistem pengoprasiannya yang bisa kita sesuaikan. Harganya pun cuma sekitar $49.00 saja. Sekarang ini, kemana pun aku pergi, benda itu tak pernah ketinggalan.

Untuk game yang berjudul “Metropolis Mania 2″ ternyata belum dijual di daerah tempat tinggalku. Sudah dua kali aku mencarinya… Aku betul-betul ingin memainkannya. Ijinkan aku, dong!! Tapi, produk dari Natsume yang berjudul “Metropolis Mania 1″ sudah kubeli. Dan aku sudah punya kesempatan untuk mencobanya. Cara membangun kotanya yang bisa begitu nyata & menyenangkan membuat game ini semakin menarik. Selain itu, yang benar-benar ingin kumainkan adalah NeedForSpeed Nitrous. Memang..tak ada orang yang sukses menangani dunia penulis sekaligus game.

Namun, setelah muncul Need For Speed Undercover harapan yang tipis itu mulai pupus sedikit demi sedikit, dan aku betul-betul mengharapkan kesuksesannya! Tentu saja ini berhubungan dengan banyaknya pabrikan mobil yang muncul didalamnya, perasaanku ini hanya didasari oleh rasa cinta dari salah satu pecinta Need For Speed sejati. (Sebagai orang yang sudah cukup umur, rasanya aku sangat ingin sekali memiliki semua miniaturnya, tapi kupikir tak bisa mengoleksi keseluruhan jenisnya lagi). Tapi, ada dua karya EA seri Need For Speed yang aku suka mainkan “Most Wanted” dan “Underground 2″. Hanya inilah hobi kecilku yang ingin kunikmati setiap hari, tapi kesenangan kecil seperti ini sebaiknya dilakukan kadang-kadang saja, karena kini aku punya sebuah kesenangan besar lainnya, yaitu menulis cerpen. Dengan hobi besarku ini, aku ingin membuat hari-hariku jadi berarti, sambil memikirkan hal-hal itu, tahu-tahu Vigor dan dunianya yang sempit sudah masuk klimaksnya. Sampai ketemu di posting selanjutnya!!!

Tinggalkan komentar