Baca ini masihkah kalian Sombong

… Hadiah Terakhir Dari Sang Ayah ‘Kisah Sedih Mengharukan …
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim …
Di sebuah perumahan terkenal di jakarta tinggalah seorang gadis
bersama sang ayah, sang ibu telah lama mendahuluinya pergi sejak ia
masih kecil. Seorang gadis yg akan di wisuda, sebentar lagi dia akan
menjadi seorang sarjana, akhir jerih payahnya selama beberapa tahun
di bangku pendidikan.
Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat
itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari
Ford. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada
saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia
yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang
padanya, sehingga dia sangat yakin nanti dia pasti akan
mendapatkan mobil itu.
Diapun ber’angan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang
dengan teman-temannya. Bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan
ke teman-temannya, Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia
melangkah pasti ke ayahnya.
Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu
dia mengungkapkan betapa dia bangga akan putrinya, dan betapa dia
mencintai anak itu. Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,…
bukan sebuah kunci!
Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan
dengan sangat kecewa dia membukanya. Dan dibalik kertas kado itu
ia menemukan sebuah Jaket kulit Terkenal, di belakangnya terukir
indah namanya dengan sutra emas.
Gadis itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak,
“Yaahh… Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang
ayah, ayah belikan jaket ini untukku?” Lalu dia membuang Jaket itu
dan lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa,
hatinya hancur, dia hanya berdiri mematung, tak tahu apa yg harus di
lakukannya..
Tahun demi tahun berlalu
sang gadis telah menjadi seorang yang sukses. Dengan bermodalkan
otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang wanita karir.
Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi suami
yang tampan dan anak yang cerdas.
Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari
wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah
menghubungi dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya
itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa sayangnya pada anak itu.
Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah,
tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi
sakit hati dan sangat mendendam.
Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan
yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum
ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak
satu-satunya itu. Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan
bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta
peninggalannya. Saat melangkah masuk kerumah itu, mendadak
hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa
dia tinggal disitu. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap buruk
terhadap ayahnya.
Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya,
dia menelusuri semua barang di rumah itu. Dan ketika dia membuka
lemari pakaian ayahnya, dia menemukan Jaket itu, masih terbungkus
dengan kertas kado yang sama beberapa tahun yang lalu.
Sesuatu jatuh dari bagian kantong Jaket itu. Dia memungutnya..
sebuah kunci mobil! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama
dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan! Dia
merogoh kantong sebelahnya dan menemukan sesuatu,, di situ
terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. Dan
sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum
hari wisuda itu.
Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil
yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu
sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih
mengenal jelas mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-
tahun lalu. Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela
mobil dan melongok kedalam. Bagian dalam mobil itu masih baru,
plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya
ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang tersenyum bangga
Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk disamping mobil itu, ia
menangis. air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi
rasa menyesalnya yang takan mungkin bisa terobati…

Diagram Djati

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: