Archive for category Actress

Qotrunnada Fitriana (SHE)

SHE (Sound and Harmony Eclectic) adalah sebuah grup musik asal Indonesia yang dibentuk dan berdomisli di Bandung. Grup musik ini dibentuk pada tanggal 22 Februari tahun 2000. Pembentukan anggota band yang kesemua personilnya adalah kaum hawa, tujuh orang “Mojang Priangan“, dimulai dari ide mantan manajer SHE, Dino Naturandang. Mereka yang tadinya tidak saling kenal satu sama lain, dikumpulkan oleh Dino, yang ingin membentuk band dengan berawakkan perempuan semua, dalam sebuah pertemuan di studio musik di Bandung. Grup band ini sendiri masing-masing personilnya mempunyai latar belakang musik yang berbeda-beda, namun berkeinginan yang sama untuk mengemas semua perbedaan tersebut dalam sebuah harmonisasi musik atau suatu keselarasan alunan nada yang indah di blantika musik tanah air. Kalimat sebelumnya juga merupakan makna terjemahan bebas dari kepanjangan tiga huruf, SHE (Sound and Harmony Eclectic), yang mewakili nama grup band asal Bandung ini.

Album pertamanya berjudul “Tentang Aku, Kamu, dan Dia” yang diliris meramaikan blantika musik Indonesia pada bulan Januari tahun 2005. Album perdana mereka ini bertemakan cinta segitiga, yang dituangkan dalam single andalannya dengan judul yang sama, “Tentang Aku, Kamu, dan Dia“. Dalam album rekaman SHE yang kedua, mereka juga mengusung lagu cinta dan perselingkuhan tetapi dalam lirik yang terkesan lebih jenaka. Dengan lagu utamanya adalah “Slow Down Baby“, yang menggambarkan mengenai perilaku dari pria kebanyakan dewasa ini yang sukanya akan segala sesuatu yang berbau instan, serba cepat, padahal baru saja berkenalan. Hal ini terkandung di dalam penggalan lirik lagu tersebut, “Slow down baby, just let it flow (=Sabar sayang, biarkan segala sesuatunya mengalir dengan normal apa adanya)”. Lagu “Slow Down Baby” ini dimuat di dalam album kedua mereka yang berjudul “Tersenyum Lagi“, diluncurkan ke pasaran bursa musik tanah air pada tanggal 4 Mei tahun 2007.

Di album keduanya ini selain terkesan jenaka, ada juga yang berlirik nakal, seperti “Selingkuh Sekali Saja” yang menggambarkan tentang seorang wanita yang meminta izin kepada kekasihnya untuk berselingkuh sekali saja demi memuaskan rasa penasarannya pada sosok pria lain yang telah menggoda hatinya. Sedangkan dalam lagu “Mana Tahan“, mereka bertutur mengenai betapa sangat malunya seseorang yang sudah menjadi korban perselingkuhan dari pasangannya.

Pada bulan Agustus tahun 2000, Roxanna Rufolda, yang biasa disapa dengan Riry mulai bergabung dengan memainkan gitar akustik pada SHE.

Jesica Lindross, yang biasa dipanggil dengan Kika, terpaksa meninggalkan SHE setelah menikah dan kemudian mengikuti suaminya menetap di Finlandia. Posisi Kika lalu digantikan oleh Qotrunnada Fitriana, yang biasa disapa dengan Qoqo.

Qoqo merupakan personil yang paling bungsu, bukan hanya dari segi usianya yang termuda, namun ia juga merupakan anggota yang paling akhir bergabung, tahun 2005. Selain itu pula Qoqo merupakan personil yang mampu memberikan nuansa rock pada grup musik ini, sehingga album kedua SHE terasa lebih beraliran rock dibandingkan dengan album perdananya, hal ini dikarenakan Qoqo lebih garang bermain gitarnya apabila dibanding dengan Kika.

Arina Epiphania Simangunson yang adalah vokalis grup musik Mocca, merupakan mantan vokalis SHE yang pernah memperkuat di tahun-tahun awal berdirinya grup band ini. Ia juga berpartisipasi dalam album kedua SHE dan memberikan sebuah lagu karyanya di album ini.

Selain itu, penggarapan album kedua mereka ini juga didukung oleh sejumlah musisi kondang, di antaranya Ari Aru, Baron, Indro Harjodikoro, Uchi Nurul, Ray Jeffrin dan Rio Febrian.

Iklan

Tinggalkan komentar

La Fitri

Sebagai penyanyi, La Fitri atau yang akrab disapa dengan panggilan Fitri, termasuk di antara mereka yang sarat pengalaman. Tidak hanya itu, penyanyi kelahiran Banyuwangi,  29 Mei 1987 ini juga dikenal memiliki kemampuan membawakan berbagai jenis musik. Memutuskan untuk bergabung dengan Big Indie Nagaswara, awal tahun ini, Fitri langsung menggebrak dengan merilis single teranyarnya yang berjudul “Easy Going”. Tak berbeda dengan judul single yang diciptakan Bojes “Brosis” dan Patrick Tan itu, “Easy Going” memang mengalun ringan dalam balutan pop dance.

 

“Aku pengin memberikan sesuatu yang berbeda buat penggemarku. Saat ini, aku mencoba pop dance. Nanti ke depan, aku berharap dapat memberikan warna musik yang lain lagi. Biar nggak bosan,” kata Fitri mengomentari alasannya merilis single bernuansa pop dance.

 

Jika banyak artis yang hanya mengkhususkan dirinya untuk membawakan lagu-lagu berirama pop atau Melayu, Fitri justru merasa tertantang membawakan segala jenis musik termasuk dangdut. Bagi sarjana hukum lulusan Universitas Esa Unggul Jakarta ini, musik tak ubahnya lautan yang harus diselami kedalamannya.

Tinggalkan komentar