Satu Saja Cukup

Kata orang, ‘the best one are always taken’. Tapi kenapa saat kita sudah punya pacar yang ‘the best’, malah makin banyak wanita cakep di depan mata? Bikin hati jadi gampang tergoda…ups! Terus, ada lagi masalah lain… gara-gara pacar kita lumayan banyak ‘peminatnya’, doi jadi suka tebar pesona kanan-kiri. Uh, boleh nggak, kalau punya pacar lebih dari satu?


– Namanya Juga Ngedobel… –

Memang sulit buat melewatkan kesempatan emas! Apalagi kalau ngebayangin enaknya manja-manjaan sama beberapa wanita dan nggak pusing nyari orang buat nemenin atau curhat kalau salah satunya lagi nggak ‘available’. Eit…walaupun idenya terdengar cukup menegangkan dan mengasyikkan untuk punya pacar lebih dari satu, tapi faktanya nggak senikmat itu kok. Misalnya nih…

>. Susah bagi waktu.
Mana ada pacar yang mau ngertiin pria nggak bisa pergi nonton bareng dia karena alasan ada wanita lain yang mau datang ke rumah? Ngedobel bikin kita heboh mengatur waktu ketemuan si A dan si B. Lebih sibuk dari ngurusin ekskul atau malah ngurusin badan…whehe.

>. Capek bikin alasan.
Sebuah alasan kalau diungkapkan berkali-kali pastinya bikin curiga doi. Nah, kalau segala alasan sudah diberikan, mati angin, kan? Sekreatif apapun pria, pasti ada saatnya bakal kehabisan stok alasan.

>. Jadi tukang kibul.
Percaya deh, nggak ada satupun orang (atau bahkan hewan) di muka bumi ini yang ‘rela’ didobelin atau bahkan ditripelin! Jadi, pria bakal sibuk menutupi keberadaan pacar kita dari pacar-pacar yang lain dan jadi terlalu sering kibul. Kalau sampai ketahuan…wah, nggak bakal ada yang percaya lagi, deh!

>. Cap ‘nggak beres’.
Bayangin, punya pacar lebih dari satu dalam satu waktu? Uh, apa nggak jadi bahan pembicaraan, tuh, kalau sampai ada yang tahu? Apalagi masih ada pemikiran gender di lingkungan kita bahwa pria yang punya pacar banyak disebut playboy, tapi wanita yang punya pacar banyak? Hmm… dicap wanita nakal! Hohoho..

>. Memperpanjang daftar musuh.
Pahit-pahitnya nih, kalau sampai ketahuan ngedobelin… Wanita-wanita ini bakal dendam bukan main sama pria. Bahkan siapa tahu, malah berkomplot untuk bikin pria kapok! Hiii… Seneng kah nambah-nambah musuh??

>. Jalannya?
Pilih salah satu yang paling di sayang dan istimewa, lainnya, putuskan sajo!

-Memang Enak Didobelin?-

Sebagai ‘korban’, urusan punya pacar lebih dari satu ini malah lebih nggak asyik lagi. Kalau pacar kita ternyata ‘nakal’ dan nggak punya rasa ‘sungkan’ untuk ngedobelin, jangan heran kalau suatu saat ketemu pria yang ngaku pacarnya doi. Tanda-tandanya….

>. Sering lupa-lupa ingat.
Mungkin doi memang tipe pelupa, tapi kalau janji-janji untuk keluar bareng dia, maen ke kosan, atau bahkan cuma nelpon saja doi sering lupa? Wahh… harus siap-siap nih!

>. Perhatiannya sering terpecah.
Biasanya orang pacaran itu punya perhatian penuh sama pacarnya. Namanya juga pacar. Tapi karena doi punya pacar lebih dari satu, wajar kalau di tengah-tengah acara ngobrol berdua, tiba-tiba doi teringat sama pacarnya yang lain & jadi nggak konsen. Nyebelin cui..!

>. Ada rasa nggak percaya dan curiga melulu.
Mungkin hanya perasaan aja atau memang doi punya ‘faktor kemungkinan’ untuk ngedobel, kita pasti punya ‘feeling’ yang kuat membaca gelagat aneh sama doi.

>. Sering Jelous.
Tanpa alasan yang jelas, kadang pria lebih sering cemburu? Ini juga bisa jadi tanda kalau doi ada apa-apa-nya sama orang lain. Kecuali kalo memang tipe pencemburu. Selidiki segala kemungkinan, tapi nggak usah maksa kalau memang doi ternyata setia.

>. Gampang bete.
Melihat doi yang suka senyam-senyum penuh arti, tebar pesona sana-sini, nggak konsen, sering ‘manyun’ nggak jelas, hmm… Pria mana sih yang nggak jadi bete plus ‘ilfeel’??

>. Jalannya?
PUTUSIN SAJA!!! DASAR CEWEK SARAP!!

So… Nggak ada enak-enaknya deh ngedobelin ataupun didobelin!. Satu saja belum tentu habis, ngapain banyak-banyak? Yang ada malah nggak bisa menikmati masa-masa pacaran yang indah, tapi sibuk cemburu atau lari ke sana ke mari menutupi kebohongan sendiri. Apa enaknya?

*. Giovanni D

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: