” Go International “, Bukan Cuma Mimpi

Ketika sejumlah musisi arus utama berkoar-koar di ‘infotainment’ soal rencana ‘go international’, grup-grup band indie diam-diam sudah merilis album & manggung di berbagai negara, termasuk di jantung industri musik dunia: Eropa & Amerika.

Band indie White Shoes and The Couples Company, misalnya, sekitar enam bulan lalu manggung di SXSW Music Festifal di Austin, Texas, AS. SXSW adalah salah satu ajang indie paling bergengsi yang diikuti band-band indie dari seluruh dunia. Sebelumnya, tahun 2007, album White Shoes dirilis label indie ternama Minty Fresh asal Chicago. Album tersebut didistribusikan di AS, Kanada, Meksiko, Australia, dan Jepang.

Manajer White Shoes, Indra Ameng, mengatakan, band yang mengusung musik retro itu memberikan hak kepada Minty Fresh untuk memproduksi & mengedarkan album tersebut selama lima tahun. Imbalannya White Shoes mendapatkan royalti.

Hal yang sama dilakukan Ballads of the Clichè, band indie yang bermarkas di Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta. Band beraliran pop ini sudah merilis albumnya di Korea tahun 2008 untuk album ‘Evergreen’ plus semua ‘single’ Ballads. Sejumlah lagu Ballads juga masuk dalam album kompilasi dan mini album yang diproduksi label indie di Jerman tahun 2008.

Album yang mereka produksi sendiri di bawah Lovely Records juga dijual ke Singapura, Malaysia, Jepang, AS, dan Jerman melalui jaringan toko indie “Sekali kirim ke Jepang 70-an CD.” ujar gitaris Ballads, Frederick Reinhard a.k.a Erick.

Band ini juga sempat diundang manggung ke Singapura dua kali tahun 2006. “Kami manggung dua di Esplanade di depan komunitas indie dan turis.” ujarnya.

Di kalangan indie, manggung dan rilis album di luar negeri bukan sesuatu yang sangat istimewa. Pasalnya, sudah banyak band indie Indonesia yang melakukannya.

Semua itu bisa terwujud berkat jaringan internet, terutama situs-situs macam MySpace dan YouTube. Melalui situs-situs itulah band indie Indonesia memperkenalkan diri dan memamerkan lagu-lagu mereka kepada seluruh dunia. “Semua kesepakatan untuk merilis album atau mengisi acara di luar negeri di bikin melalui internet,” ujar Indra Ameng.

Erick menambahkan, di dunia, banyak label indie yang mencari band-band bagus dari seluruh dunia melalui internet. “Kalau mereka suka lagu kita, mereka akan mengontak kita,” katanya.

Erick menambahkan, kerja sama semacam ini didasari prinsip saling percaya. “Terus terang kita sulit mengontrol penjualan CD album yang dirilis di luar negeri. Kita cuma terima laporannya saja. Tetapi, kami tidak berorientasi bisnis. Kami sudah senang jika lagu kami bisa didengar dan disukai di seluruh dunia,” ujar Erick.

Secara ekonomi, merilis lagu dan manggung di luar negeri memang belum memberikan keuntungan ekonomi secara langsung. Tampaknya ini sebatas persoalan gengsi. Karena itu, selain bermusik, para personel White Shoes dan Ballads tetap bekerja.
(dGy)

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: