Tengku Dewi Putri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gadis model fotogenik berusia 21 tahun yang lebih akrab dipanggil Dewi ini, rela menyempatkan waktu kerjanya untuk wawancara dan sesi pemotretan dengan Global ditemani seorang fotografer Medan, Johnny Siahaan, di sebuah kafe di sudut Kota Medan, pagi menjelang siang, Kamis (19/3) kemarin. Seksi dan senang difoto, tapi bukan untuk majalah seperti MAXIM, katanya. Lho, mengapa? Berikut kutipan wawancaranya.

Bagaimana Anda menggambarkan diri Anda?
Saya nggak mau dibilang narsis… Tapi intinya, saya orangnya santai. Malas mikirin sesuatu yang bikin pusing. Enjoy aja. Terkadang egois juga, sih.

Menurut Dewi, ukuran seksi itu apa?
Mmm… (mikir sejenak). Menurut saya, seksi itu lebih kepada inner beauty. Kecantikan seharusnya diimbangi dengan wawasan yang luas. Sehingga ngobrol dengan siapa aja nyambung. Kan sayang, kalau tampang dan penampilan oke, tapi wawasannya kurang. Bisa-bisa malah nggak nyambung kalau diajak ngobrol. Akhirnya, malah jadi bad mood gitu.

Anda tentu menyadari kalau Anda seksi. Bagian mana yang seksi pada diri Anda, selain inner beauty tadi?
Mmm, apa ya? (Senyum dan berpikir sejenak). Ooo… Ini ngajak narsis lagi sepertinya. Hahaha… Saya baru menyadari kalau bibir, mata dan dagu saya seksi, setelah teman-teman Dewi dan beberapa fotografer mengatakannya kepada saya.

Kami juga setuju dengan itu. Lalu, karena itu Anda suka difoto?
Ya. Sejak dulu saya memang senang difoto. Ketika SMA saya iseng ikut ajang “Oriental Look” oleh sebuah majalah nasional. Saya berhasil menjadi finalis dan ikut pelatihan langsung dari (model nasional), Arzetty. Dan mengikuti sesi pemotretan untuk rubrik model di majalah itu. Dari situ saya semakin tertarik dengan dunia model. Beberapa tawaran foto pun mulai datang. Dan, masih berlanjut sampai sekarang. Bahkan saya pernah ditawari majalah MAXIM untuk sesi pemotretan. Namun, saya tolak. Orang tua saya juga tidak setuju saat itu. Karena majalah itu, yah, ngertilah, modelnya mau sampai buka-bukaan gitu. Mereka nggak mau lihat anaknya tampil buka-bukaan seperti itu.
Tapi, dengan berpose untuk MAXIM setidaknya bisa mendongkrak karir Anda di dunia model?
Saya juga sadari kemungkinan itu. Kalau ingin serius menjalani karir di dunia model memang harus mau membuka diri. Tapi, jujur, saya belum siap untuk untuk berpose buka-bukaan, seperti di MAXIM. Seksi kan enggak harus selalu buka-bukaan.

Mmm, kami juga setuju dengan itu. Dari sekian banyak fotografer, Anda ingin difoto oleh siapa?
Yang pasti Darwis Tryadi. Karena foto-foto yang dihasilkannya akan tampak sangat seksi-seksi, meski saya tak harus buka-bukaan. Pernah sih ada fotografer yang kebetulan mantan murid Darwis, bilang, “Mau nggak kamu jadi foto model untuk Darwis, tapi syaratnya kamu harus mau buka-bukaan?” O, kalau untuk gituan saya tetap nggak mau, sekalipun fotografernya adalah Darwis.

So, kriteria cowok ideal ang akan jadi pacar Anda?
Mmm… Enggak mesti yang spesial bangat sih. Yang penting dia bisa mandiri. Enak diajak ngrobrol. Dewasa. Itu saja. Pengertian dan tidak egois, walaupun sebenarnya saya agak egois. Mauanya sih, cowok jadi pacar Dewi, bisa memberikan perhatian kepada saya. Bukan malah sebaliknya. Sekarang sepertinya banyak cowok yang seperti itu.

Mmm, sepertinya Anda sudah punya pacar?
Hahaha… Mau tahu aja. (Diam sejenak). Sudah…

Makan malam seperti apa yang Anda inginkan dengan pacar Anda?
Kencan dengan suasana cozzy. Candle light dinner dengan iringan musik jazz yang lembut.

O, romantis sekali. Selain pacar, siapa tokoh idola yang Anda inginkan makan malam bersama Anda?
Brian Mcknight. Aku suka bangat musik dan suaranya. Cool.

Apa yang akan kalian bicarakan?
Tentang karir pastinya. Sehingga bisa menginspirasi saya.

Oya, Anda setuju tidak kalau perempuan merokok?
Walaupun saya tidak merokok, namun saya sih setuju aja kalau cewek merokok. Saya punya banyak teman cewek yang juga merokok. Menurutku merokok adalah sebuah gaya hidup. It’s oke. Sejauh itu tidak merugikan orang lain.

  1. #1 by yoga on 24 Desember 2011 - 9:49 AM

    Nice pic siis

  2. #2 by andrieVailo on 22 Januari 2012 - 8:51 AM

    emmm.. baik nie orang.. senyumnya aja.. bikin .. gempa kadang hihihi..

    gimna tinggal di apartemen kalibata city di tower borneo..

    jangan nyasar lagi ya.. ketower laen klo uda ngantuk hihihihi

  3. #3 by mbah mu.. on 21 Mei 2012 - 11:01 AM

    “Menurutku merokok
    adalah sebuah gaya hidup. It’s oke.
    Sejauh itu tidak merugikan orang
    lain.”

    hadeeh jawaban nya.. rokok itu jelas ngerugiin org lain lah.. ini orang gak tau kali ya kalo perokok pasif itu lebih rentan kena penyakit daripada si perokok aktif -_-“

  4. #4 by Jordan Madrano on 7 Mei 2013 - 8:15 AM

    Fascinating blog! Is your theme custom made or did you download it from somewhere?

    A theme like yours with a few simple adjustements would really make my blog
    shine. Please let me know where you got your design. Thanks a lot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: